Support System Marketing Online

Kamis, 23 Juli 2009

ANALISA URANIUM SECARA POTENSIOMETRIK DENGAN MODIFIKASI METODE TITAN

Oleh
Noor Yudhi
ABSTRAK
Analisa uranium secara potensiometrik dari 1-20 mg dengan modifikasi metode titan telah dilakukan. Uranil nitrat 6 hidrat digunakan sebagai sumber uranium standar dan titan klorida digunakan sebagai reduktor dalam medium asam sulfamat satu molar dan kalium bikhromat sebagai oksidatornya. Uranium (VI) direduksi menjadi uranium (IV) oleh titan (III), kemudian uranium (IV) dititrasi secara potensiometrik dengan kalium bikhromat menjadi uranium (VI) menggunakan elektrode platina. Hasil analisa menunjukkan, semakin besar uranium yang dianalisa faktor koreksi mendekati satu. Untuk berat uranium 1 mg faktor koreksi = 0.752 dan untuk berat uranium 20 mg = 0.949. Setelah dikoreksi didapatkan persamaan garis linier Y = 1.0001 x - 0.0021 dan r = 1.

PENENTUAN KALSIUM DAN MAGNESIUM DI DALAM AIR SECARA POTENSIOMETRI

Oleh
Noor Yudhi
ABSTRAK
PENENTUAN KALSIUM DAN MAGNESIUM DI DALAM AIR SECARA POTENSIOMETRI,Telah dilakukan analisis kalsium dan magnesium di dalam air dengan metoda titrasi potensiometri. Metoda untuk menentukan kandungan kalsium dan magnesium di dalam air ini sangat sederhana. Dalam percobaan digunakan kalsium standar, magnesium standar dan elektroda ion selektif kalsium digunakan untuk penunjuk penentuan secara kompleksometri dari ion kalsium dan magnesium dengan zat pengomplek. Titran Na-EDTA digunakan sebagai zat pengomplek membentuk Ca dan Mg-EDTA sehingga jumlah kandungan Ca dan Mg dapat ditentukan. Di dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap campuran kalsium dan magnesium standar untuk menentukan linieritas, batas deteksi terendah, presisi dan kesalahan analisis. Dilakukan pula penentuan kalsium dan magnesium di dalam air. Larutan standar yang digunakan berupa campuran kalsium standar 1000 ppm dan magnesium standar 500 ppm. Parameter percobaan yaitu variasi konsentrasi kalsium 2, 4, 5, 10 dan 20 ppm, dan variasi konsentrasi magnesium 1, 2, 2.5, 5 dan 10 ppm. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa untuk penentuan kalsium jangkauan analisis berkisar dari 4 s/d 20 ppm, kesalahan analisis berkisar dari 1,75 s/d 2,91%, derajat linieritas sebesar 0,9998 dengan batas deteksi terendah sebesar 2 ppm. Untuk penentuan magnesium jangkauan analisis berkisar dari 2,5 s/d 10 ppm, kesalahan analisis berkisar dari 3,06 s/d 4,38%, derajat linieritas sebesar 0,9993 dengan batas deteksi terendah sebesar 1 ppm. Hasil analisis penentuan kalsium dan magnesium di dalam air di laboratorium Kendal Kualitas sebesar 11,46 dan 1,99 ppm.

KATA KUNCI : Analisis air , kalsium dan magnesium (ppm), potensiometri.

PENGOLAHAN EFLUEN URANIUM DENGAN CARA PENGERINGAN

Oleh
Noor Yudhi, Torowati, Ngatijo
ABSTRAK
PENGOLAHAN EFLUEN URANIUM DENGAN CARA PENGERINGAN, telah dilakukan percobaan terhadap efluen proses kimia yang ada di 6 jeligen yang mengandung uranium berkisar 0,19 s/d 1 g/L dengan cara pengeringan. Tujuannya adalah pemungutan Uranium dari efluen dan filtratnya dikeringkan untuk disimpan sementara dalam bentuk padatan kering. Cara yang digunakan dalam percobaan ini adalah metode gravimetri. Mula-mula 50 mL efluen Uranium dengan keasaman 2,71 s/d 5,94 N dinetralkan dengan Natrium Hidroksida teknis sampai dengan pH=7, disaring dan filtratnya panaskan sampai kering, hasilnya ditimbang dan disimpan dalam keadaan kering. Dari hasil pengeringan dapat dihitung berat efluen Uranium kering yang dihasilkan dan Natrium Hidroksida teknis yang dibutuhkan untuk memproses efluen Uranium yang ada di ruang HR 24A gedung 65 B3N – PTBN. Dari percobaan diperoleh hasil bahwa dari 6 varian Efluen Uranium(masing masing 50 mL) yang dikeringkan menghasilkan efluen Uranium kering berkisar antara 7,88 s/d 21,34 g dan membutuhkan Natrium hidroksida berkisar antara 4,78 s/d 10,91g. Dari data percobaan ini dapat disimpulkan bahwa untuk mengeringkan efluen Uranium sebanyak 120 L dihasilkan padatan kering sebanyak 28,69 kg dan dibutuhkan 16,67 Kg Natrium Hidroksida teknis (kristal).
Katakunci: Pengolahan efluen, Uranium, gravimetri.

PENENTUAN SULFAT SECARA POTENSIOMETRI

Oleh
Noor Yudhi
ABSTRAK
PENENTUAN SULFAT SECARA POTENSIOMETRIK. Telah dilakukan penelitian penentuan sulfat secara potensiometrik dengan metoda back titration, contoh larutan diendapkan sebagai barium sulfat dengan cara menambahkan barium klorida berlebihan, kelebihan Barium dititrasi dengan larutan NaEDTA menggunakan elektroda ion selektif kalsium. Perbedaan antara barium klorida yang ditambahkan dengan kelebihan barium yang dititrasi merupakan barium sulfat yang diendapkan. Tujuan dari percobaan ini adalah melakukan analisis penentuan sulfat di dalam larutan standar Na2SO4 Dalam percobaan digunakan sulfat standar 1000 ppm, larutan Ba Cl2 0,01 M, larutan Ca 1000 ppm dan larutan titer EDTA 0,01 M. Parameter percobaannya yaitu variasi konsentrasi sulfat dari 2, 5, 10 dan 20 ppm, dari hasil percobaan diperoleh bahwa untuk penentuan sulfat jangkauan analisis berkisar dari 5 s/d 20 ppm, kesalahan analisis berkisar antara 1,70 dan 2,40 % dengan batas deteksi terendah sebesar 2 ppm . Hasil analisis penentuan sulfat di dalam FeSO4 7H2O dan Na2SO4 sebesar 33,95 dan 59,86 %.
KATA KUNCI : Analisis, sulfat (ppm), potensiometri.

PENENTUAN DAYA SERAP ARANG AKTIF TEKNIS TERHADAP IODIUM DENGAN METODE IODOMETRY MENGGUNAKAN ALAT POTENTIO METER.

Oleh
Noor Yudhi
ABSTRAK
PENENTUAN DAYA SERAP ARANG AKTIF TEKNIS TERHADAP IODIUM DENGAN METODE IODOMETRY MENGGUNAKAN ALAT POTENTIO METER. Telah dilakukan penentuan daya serap arang aktif teknis terhadap iodium dengan metoda iodometri dengan alat potensiometer. Metode iodometri cukup teliti dan mudah untuk menentukan iodium yang terserap didalam arang aktif. Arang aktif terbuat dari arang batok kelapa yang telah diaktifkan dan dihaluskan dengan diameter 200 mesh. Arang aktif ditimbang, dimasukkan ke dalam beker 100 mL tambahkan larutan iodium diaduk selama 15 menit. Campuran kemudian dipusingkan didalam alat sentrifugal sampai arang aktif terpisah dari cairannya. Filtratnya dianalisis kandungan iodiumnya dengan menggunakan natrium thiosulfat dan diukur dengan alat potensiometer. Daya serap yang diperoleh dalam satuan mg iodium / g arang aktif, mg/g. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa analisis daya serap iodium dengan metoda iodometri dapat dilakukan menggunakan alat potensiometer. Hasil daya serap arang aktif teknis sebesar 565,30 mg/g dengan derajat linieritas analisis sebesar 0.9993.
KATA KUNCI : Analisis, iodium terserap (mg/g), potensiometri

PEMISAHAN FLUORIDA DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN CARA DISTILASI UAP

Oleh
Noor Yudhi

ABSTRAK
PEMISAHAN FLUORIDA DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN CARA DISTILASI UAP. Telah dilakukan pemisahan fluorida dari larutan uranil nitrat dengan cara distilasi uap. Pemisahan fluorida dari larutan uranil nitrat dapat dilakukan dengan cara distilasi uap. Tujuan percobaan ini ialah menentukan effisiensi alat distilasi uap dengan menggunakan prosedur ASTM C 799-83. Larutan uranil nitrat dicampur dengan larutan medium yang mengandung ferro ammonium sulfat, asam sulfamat, asam phospat, dan asam sulfat. Campuran dimasukkan kedalam labu distilasi dan dipanaskan sampai suhu 140 oC Pemisahan fluorida terjadi pada saat suhu 100 s/d 140 oC. Pada suhu 140 oC air sudah teruapkan semua dan yang tertinggal adalah larutan medium yang mengandung uranium, oleh karena itu pada suhu 140 oC distilasi dihentikan (1). Karena ikatan fluorida dan air lebih kuat dibandingkan dengan ikatan fluorida dan asam, maka fluorida akan teruapkan dan mengembun didalam distilat. Distilat yang dihasilkan diatur pH nya berkisar antara pH 7 s/d 8 kemudian dianalisis dengan alat titroprocessor. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa, pemisahan 100 mikro gram fluorida dengan cara distilasi uap mudah dilakukan pada suhu 140 oC, dengan effisiensi berkisar 96 s/d 98,5 %..
KATA KUNCI : Pemisahan, Fluorida , Distilasi uap.

ANALISIS KLORIDA DI DALAM SERBUK UO2 DENGAN TEKNIK TITRASI POTENSIOMETRIK

Oleh
Noor Yudhi, Aminhar Lakoni

ABSTRAK
ANALISIS Cl DI DALAM SERBUK UO2 DENGAN TEKNIK TITRASI POTENSIOMETRIK.Telah dilakukan percobaan analisis Klorida didalam serbuk UO2 dengan teknik titrasi potensiometrik. Sodium Klorida digunakan sebagai sumber standar Cl, asam nitrat digunakan untuk keasaman larutan dan argentum nitrat digunakan sebagai titran. Analisis Cl secara keseluruhan ditentukan oleh titrasi standar Argentum nitrat menggunakan teknik titrasi potensiometrikk dengan elektrode perak. Keasaman dan kandungan uranium didalam larutan berpengaruh terhadap analysis Klorida. Kurva kalibrasi standar Cl dibuat dari larutan Na Cl, dengan kisaran konsentrasi 2 ppm sampai 20 ppm Hasil analisis menunjukkan, keasaman berpengaruh terhadap kesalahan analysis. Untuk pH = 2 kesalahan analisis sebesar 0,44% dengan deviasi standar sebesar 0,022. Untuk pH = 3 kesalahan analisis sebesar 3,03% dengan deviasi standar sebesar 0,149. Untuk pH = 4 kesalahan analisis sebesar 3,80% dengan deviasi standar sebesar 0,185. Sedangkan kandungan logam uranium di dalam larutan berpengaruh terhadap effisiensi analisis. Untuk kandungan uranium 0,5 gram, effisiensi analisis sebesar 82,48% dan faktor koreksi sebesar 1,212 , Untuk kandungan uranium 1 gram, effisiensi analisis sebesar 62,34% dan faktor koreksi sebesar 1,604.Untuk kandungan uranium 2 gram, effisiensi analysis sebesar 55,15% dan faktor koreksi sebesar 1,813. Batas deteksi dengan metoda potensimetrik 25 g.Cl/1g.U(25 ppm) dan pH optimum = 2, dengan kisaran standar deviasi dari 0,019 sampai 0,027 .

KATA KUNCI : Analisis Klorida, Kadar Klorida ( % Klorida ), Titrasi Potensiometri.


Ingin melihat selengkapnya klik disini

ANALISIS KADAR AIR DI DALAM SERBUK UO2 DENGAN CARA GRAVIMETRI

Oleh
Noor Yudhi, Pranjono, Aminhar Lakoni.

ABSTRAK
ANALYSIS KADAR AIR DI DALAM SERBUK UO2 DENGAN CARA GRAVIMETRI. Telah dilakukan penentuan kadar air di dalam serbuk UO2 dengan cara gravimetri. Metode gravimetri sangat teliti dan mudah untuk menentukan kadar air didalam serbuk UO2. Sampel ditimbang,dimasukkan ke dalam cawan yang telah didinginkan dan di simpan dalam desikator. Panaskan sampel di dalam tungku pemanas minimal 4 jam dan dinginkan dalam desikator dan ditimbang. Analisis kadar air didalam serbuk UO2 dipengaruhi suhu dan ukuran butir. Parameter suhu dan ukuran butir diamati dalam percobaan ini. Pada suhu 40-110 oC dan ukuran butir 80-400 mesh, kadar air berkisar antara 0.292% - 0.313% dengan kesalahan analisis berkisar antara 4.225%- 15.66%. Sedangkan ukuran butir didalam UO2 berpengaruh terhadap kesalahan analisis. Kesalahan analisis terkecil sebesar 4.225% pada suhu 110 oC untuk ukuran butir 400 mesh. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa, analisis kadar air didalam serbuk UO2 dapat dilakukan pada suhu 110 oC dan pada ukuran butir lebih besar dari 400 mesh.

KATA KUNCI : Analysis, kadar air (%air), gravimetri

Ingin melihat selengkapnya klikn disini

KETELITIAN TITRASI POTENSIOMETRIK URANIUM TERMODIFIKASI UNTUK ALIKOT 1-20 mgr DENGAN MENGGUNAKAN BESI(II)SULFAT SEBAGAI REDUKTOR

Oleh
Noor Yudhi

ABSTRAK
Ketelitian Titrasi Potensiometrik Uranium Termodifikasi untuk alikot 1-20 mgr dengan Menggunakan Besi(II)sulfat sebagai Reduktor. Ketelitian titrasi potensiometrik uranium termodifikasi untuk alikot 1-20 mgr dengan menggunakan besi(II)sulfat telah dipelajari. U308 digunakan sebagai sumber uranium standar dan besi(II)sulfat digunakan untuk mereduksi U(VI) menjadi U(IV) di dalam larutan asam phospat pekat yang mengandung asam sulfamat, sementara kelebihan besi(II)sulfat kemudian dioksidasi oleh asam nitrat dengan Mo (VI) sebagai katalisator. Setelah ditambahkan air dan vanadium (IV), penentuan keseluruhan U (IV) ditentukan oleh titrasi standar kalium dikromat secara potensiometrik menggunakan elektroda platinum. Pada prosedur ini modifikasi meliputi pengurangan pereaksi sehingga tinggal l0% dari pereaksi semula yang diadopsi dan mengganti konsentrasi titer kalium dikromat menjadi 0.025 N. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk berat uranium 1 mgr faktor koreksi sebesar 0.846 dengan standar deviasi relatif sebesar 2.3%, sedangkan untuk berat uranium 20 mgr faktor koreksi sebesar 0.991 dengan standar deviasi relatif sebesar 0.405%. Hasil analisis yang diperoleh mengikuti persamaan garis linier Y = 0.9995X + 0.2229
KATA KUNCI : Analisis uranium, kadar uranium (% uranium), titrasi redoks.

Ingin melihat selengkapnya klik disini

PEMUNGUTAN URANIUM DI DALAM EFLUEN PROSES KIMIA DENGAN ELECTRO PLATTING

Oleh
Noor Yudhi A.Md
ABSTRAK

PEMUNGUTAN URANIUM DI DALAM EFLUEN PROSES KIMIA DENGAN ELECTRO PLATTING, telah dilakukan pemungutan Uranium di dalam limbah cair dengan Electro Platting. Limbah cair yang mengandung Uranium diatur pH = 2 dengan menggunakan asam nitrat atau Sodium Hidroksida. Stainless Steel digunakan sebagai Katode dan Platina sebagai Anodenya. Electro platting dilakukan secara kontinyu dengan kecepatan alir 10 – 20 mL/menit selama waktu 1 jam dengan arus 10 A/dm2 . Uranium yang menempel pada Katode dihitung dengan metoda gravimetric. Selama percobaan dilakukan pula Electro Platting pada larutan Uranium dengan kadar 0,3, 0,6 dan 1 g/L dan diperoleh hasil Uranium seberat 156,7, 363,9 dan 421,5 mg. Dari hasil percobaan menggunakan limbah cair dengan kadar 284 mg/L diperoleh hasil Uranium seberat 6,86 mg. Dari data data diatas dapat disimpulkan Electro Platting mudah dilakukan dengan menggunakan larutan Uranium tanpa pengotor. Larutan limbah yang mengandung Uranium kurang tepat dipungut Uraniumnya dengan cara Electro Platting.
Kata Kunci : Pengolahan limbah, Uranium, Electro Platting

Ingin melihat makalah selanjutnya klik disini

ANALISIS ASAM BEBAS SECARA POTENSIOMETRIK DIDALAM LARUTAN URANIL NITRAT MURNI

ABSTRAK
Analisis asam bebas secara potensiometrik didalam larutan uranil nitrat murni. Analisis asam bebas secara potensiometrik didalam larutan uranil nitrat murni telah dilakukan menggunakan metoda titrimetri . Asam nitrat pekat digunakan sebagai larutan induk dan distandarisasi dengan menggunakan larutan standar NaOH yang sudah diketahui normalitasnya. Ammonium oksalat jenuh digunakan sebagai larutan penyangga. Penentuan asam bebas keseluruhan ditentukan oleh titrasi standar sodium hidroksida secara potensiometrik menggunakan elektroda pH. Di buat satu seri larutan asam nitrat dengan konsentrasi 0,1 N sampai dengan 0,6 N dan distandarisasi dengan sodium hidroksida 0,1 N . Dari hasil analisis dibuat kurva standar antara asam nitrat hasil analisis Vs asam nitrat awal. Hasil analisis menunjukkan untuk konsentrasi 0,1 N kesalahan sebesar 2,1%, untuk konsentrasi 0,4 N kesalahan sebesar 0,38%, sedangkan untuk konsentrasi 0,6 N kesalahan sebesar 0,47%. Hasil analisis yang diperoleh mengikuti persamaan garis linier Y = 1,052 X - 0,0073. Pada contoh uranil nitrat yang mengandung 16 dan 8 gram uranium per ltr , uranium tidak mempengaruhi pengukuran asam bebas didalam larutan uranil nitrat. Untuk uranil nitrat dengan kadar 8 gr U/ltr dan konsentrasi asam 0,1 N kesalahan sebesar 2,9%, sedangkan untuk kadar 16 gr U/ltr dan konsentrasi asam 0,2 N kesalahan sebesar 1,37%.

Ingin melihat selengkapnya klik disini

Rabu, 22 Juli 2009

PENENTUAN KADAR BESI DIDALAM PASIR BESI DENGAN ALAT TITROPROCESSOR 672

Oleh
Noor Yudhi A.Md.


ABSTRAK
ANALISIS PASIR BESI DENGAN ALAT TITROPROCESSOR 672. Telah dilakukan Analisis konsentrat pasir besi memakai prosedur A Text - Book of Quantitative Inorganic Analisis dengan alat titroprocessor 672 buatan. Ferro sulfat digunakan sebagai sebagai standar dan kalium bikromat 0,025 N sebagai titer. Dalam percobaan ini dilakukan pelarutan pasir besi dan standarisasi menggunakan Ferro sulfat. Pasir besi kering dilarutkan dengan air raia dengan perbandingan 2 gram pasir besi : 20 ml air raja diaduk dan dipanaskan selama 2-3 jam. Hasil larutan diencerkan sampai volume 50 ml dan dianalisis dengan titer kalium bikromat 0,025 N. Standarisasi digunakan ferro sulfat dengan konsentrasi besi 20, 10, 5, 2, 1 dan 0,4 g/l. Dari hasil standarisasi dapat diperoleh presisi, akurasi untuk menentukan daerah linier dan batas deteksi Analisis. Analisis besi dapat dilakukan pada konsentrasi 2-20 g/l, presisi berkisar antara 0,5-0,23, dengan persamaan garis Y = 0,9574 + 0,0056 dengan derajat linieritas sebesar 0,9991. Batas deteksi terendah ditunjukkan pada konsentrasi besi 2 g/l. Hasil perhitungan kadar besi didalam pasir besi adalah 50,35%.

ANALISIS URANIUM DALAM FASA ORGANIK

Oleh
Noor Yudhi A.Md
ABSTRAK

Analisis uranium dalam fasa organik . Telah dilakukan analisis uranium dalam fasa organik .Tujuan dari analysis ini adalah menentukan variabel yang berpengaruh selama striping, dari hasil striping dapat ditentukan kondisi optimum untuk analysis. Fasa organik ( TBP kerosin – UN ) yang mengandung uranium distriping dengan larutan natrium carbonat. Hasil striping dianalisis uraniumnya dengan metoda ASTM C 696-80. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi striping, dan mencari limit deteksi untuk menentukan batas minimum uranium dalam fasa organik yang bisa dianalisis. Optimasi dilakukan dengan cara mencari waktu dan konsentrasi natrium karbonat yang optimal untuk striping. Waktu striping dibuat variasi 0, 1 dan 3 menit dan konsentrasi sodium karbonat dibuat variasi 5, 7.5 dan 10 %(b/v). Untuk menentukan limit deteksi, dilakukan analisis uranium dalam fasa organik dengan konsentrasi 1, 2 dan 5 g / L. Dari hasil analisis dapat disimpulkan striping optimum dilakukan selama 1 menit dan konsentrasi natrium karbonat yang digunakan sebesar 10 %(b/v). Uranium dalam fasa organik yang teranalisis maksimum 98,49 %(b/v) dari 29,22 g/L. Batas minimum uranium dalam fasa organik yang bisa dianalisis sebesar 2 g/L Uranium .

Wise Driving Tips